Minggu, 26 April 2009

Makanan Khas NAD




Aceh mempunyai aneka jenis makanan yang khas. Antara lain timphan, gulai itik, kari kambing yang lezat, Gulai Pliek U dan meuseukat yang langka. Di samping itu emping melinjo asal kabupaten Pidie yang terkenal gurih, dodol Sabang yang dibuat dengan aneka rasa, ketan durian (boh drien ngon bu leukat), serta bolu manis asal Peukan Bada, Aceh Besar juga bisa jadi andalan bagi NAD.
Kabupaten Aceh Besar terkenal dengan salah satu makanan khasnya, yakni Bolu manis ala Aceh yang terkonsentrasi di kecamatan Peukan Bada. Bolu ini terkenal dengan citarasanya yang khas, namun kesulitan pengembangan karena kendala dana selain kondisi yang belum sepenuhnya stabil. Selain itu ada pula gulai kambing (kari) dan ayam tangkap yang terkenal kelezatannya.

Bebek Bengil Bali


Bali terkenal dengan Pulaunya yang sangt menawan. Tidak hanya pantainya, tetapi kulinernya pun juga di gemari oleh orang banyak. Salah satunya yang terkenal adalah Bebek Bengil. Atau yang sering disebut Dirty Duck. Bebek Bengil ini terletak di Jl Hanoman, Padang Tegal, Ubud, Bali. Tel: (62-361) 975-489. Bagaimana dengan raa dan suasana Bebek Bengil ? Nah ini dia, dari namanya yang unik dan lokasi yang bersuasanakan pedesaan (karena berlatar sawah) membuat ia menjadikan pilihan favorit. Duduk di bale bengong (saung) membuat suasana makan menjadi sangat santai dan mengasyikkan. Makanan utama yang menjadi favorit ya bebek goreng. Lainnya masih banyak, tapi tetep bebek goreng yang jadi pilihan utama. Anda tertarik?? Silahkan mencoba..

Pulau Bintan


Pulau Bintan adalah pulau yang terbesar digugusan kepulauan Riau yang baru saja diresmikan sebagai provinsi, dengan Tanjung Pinang (N000.413020-E104.454545) sebagai Ibu Kota provinsi Kepulauan Riau. Pulau Bintan ini terletak sekitar 50 miles sebelah selatan Singapore.

Kegiatan ekonomi utama pulau Bintan, selain penambangan dan perdagangan antar pulau, turisme mungkin merupakan kontribusi yang terbesar bagi pendapatan daerah. Bagian utara pulau Bintan, yang dikenal dengan Lagoi, disediakan untuk turisme, khususnya bagi turist – turist Malaysia dan Singapore.

Daerah Lagoi ini ditata sangat apik dengan security yang maksimal, untuk memastikan keamanan bagi para tourist. Penataan Lagoi ini seperti Nusa Dua di-Bali, dengan beberapa hotel berbintang 5, golf courses dan SPA. Mata uang yang diberlakukan dihotel-hotel berbintang adalah Singapore atau US Dollars. Meskipun pulau Bintan tidak mempunyai lapangan terbang, tetapi akses, baik kepulau Batam maupun Singapore sangat baik.











Diperkirakan sekitar lebih dari 5.000 orang yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja disektor tourisme di-Lagoi. Mereka disediakan perkampungan, dormitory lengkap dengan pasar tradisional untuk keperluan sehari-hari. Ketentuan yang diberlakukanpun sangat ketat, yaitu: harga-harga dipasar tradisional perkampungan tersebut tidak diperbolehkan lebih tinggi dari pada harga-harga dipasar Tanjung Pinang. Perkampungan ini layaknya saebuah kota kecil saja. Bagi staff tingkat managerial, disediakan apartment yang berada dalam area yang lebih tertata dilingkungan yang berdekatan dengan tempat bekerja mereka masing-masing.

Pantai Trikora yang terletak dibagian timur pulau Bintan. Asal usul nama Trikora ternyata mempunyai dua versi: yang pertama dihubungkan dengan kata-kata “three corrals” konon yang diucapkan oleh pendatang asing pertama dipulau tersebut beberapa puluh tahun yang lalu. Versi lainnya yang lebih banyak dianut, nama Trikora tersebut dihubungkan dengan Tri Komando Rakyat sebuah “euphoria nasionalistic” yang dikumandangkan oleh Almarhum Presiden RI yang pertama Bung Karno, sehubungan dengan kampanye konfrontasi “Ganyang Malaysia” beberapa tahun yang lalu.

Berbeda dengan Lagoi, pantai ini, dengan nama versi manapun yang dipilih, disediakan untuk para turist lokal yang sudah barang tentu tidak mendapatkan perlakuan seperti pantai Lagoi. Hal ini dapat dilihat, dari sepanjang jalan, dijumpai perkampungan rakyat dan nelayan, juga dari bentuk hotel-hotel dan prasarana-prasarana yang lain, seperti restaurant dan lain sebagainya.

Yang jelas, sarana jalan-jalan dipulau Bintan ini sangat baik dan lenggang ……

Ujung Genteng

Mungkin baru kali ini mendengar namanya, juga cukup lucu bila diartikan secara umum. Sebetulnya Ujung Genteng adalah daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat, terletak ±200 Km dari kota Jakarta. Ujung Genteng masuk wilayah pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Sebagian besar penduduknya adalah Nelayan & Petani, ada juga yang beralih menjadi penyadap Nira dan dijadikan gula kelapa. Sebetulnya nama Ujung Genteng berasal dari Ujung Gunting, dimana posisi Ujung Genteng berada di ujung salah satu sudut pulau di Jawa Barat yg berbentuk gunting. Dimana bagian ujung gunting atas berada di Ujung Kulon & bagian ujung gunting bawah berada di Ujung Genteng. Maka dinamakanlah daerah tersebut Ujung gunting = Ujung Genteng.

Perkiraan perjalanan antara 5~6 jam dari Kota Jakarta, memang dirasakan sangat lama karena harus melalui kota kecil seperti Cicurug & Cibadak yang terkenal macet, lalu melalui jalan ke arah palabuhan ratu yg tidak terlalu besar serta jalan menanjak & berbelok-belok sepanjang ±14 Km, namun memiliki pemandangan yang indah di sisi kanan jalan, yaitu pesisir pantai palabuhan ratu yang terlihat jelas dari atas bukit Bagbagan. Melalui pula perkebunan teh Surangga, baru nanti melewati kota kecil Kiara Dua, Jampang Kulon & terakhir Surade. Kesemuanya itu merupakan jalan kecil yg tidak bisa dilalui dengan kecepatan tinggi, apalagi harus melintasi daerah hutan dengan kondisi jalan menanjak & menurun.

Keunikan pantai Ujung Genteng yaitu kita bisa menikmati matahari terbit juga matahari terbenam, mungkin lebih cocok bagi pecinta Fotografi. Pantainya masih cukup bersih dengan ciri khas pesisir pantai selatan yang terkenal bersih airnya dan ombaknya yang besar. Keunikan lain yaitu dipesisir pantai sepanjang ujung genteng hingga pantai batu nunggul tidak terdapat ombak karena sudah tertahan oleh beting karang yang berada sekitar 200m sebelum garis pantai. Pada saat pasang air laut memenuhi pantai dengan kedalam air 0,5 ~ 1 meter, sangat cocok untuk berendam, bermain perahu karet, juga aktifitas lain seperti kolam luas dengan air yang berarus tenang. Bila surut, maka kita bisa berjalan ketengah sambil melihat2 biota laut seperti bintang laut, siput2, ikan2 hias yg terperangkap, udang2 kecil & bahkan cacing2 laut.

Didaerah Ujung Genteng sendiri terdapat banyak tempat menarik, seperti melihat langsung penyu hijau (Chelonia Mydas) bertelur pada malam hari, yang menggali lubang untuk telurnya, menutup lubang untuk telurnya, juga anda bisa menyentuh penyu hijau tersebut. Ada juga lokasi dimana anda bisa berselancar yang menurut beberapa orang mancanegara merupakan tempat yang bagus karena masih bersih & ombaknya cukup menantang. Untuk yang suka memancing di Ujung Genteng merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh para pemancing dari daerah lain dan menurut mereka ikannya lebih banyak serta cukup bervariasi, Konon juga masih banyak ikan Marlin. Bagi yang suka dengan ketenangan bisa merasakannya di pantai Ujung Genteng ini, apalagi garis pantai yang panjangnya mencapai ±6 Km dan menghadap arah barat, begitu indah bila dinikmati pada saat matahari terbenam. Juga bagi yang suka berpetualang dengan kendaraan 4WD, Trail Bike, Mountain Bike, Surfing & Boating, didaerah Ujung Genteng ini sangat cocok tempatnya. Masih ada beberapa obyek & kegiatan menarik lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu karena memang banyak sekali & jarang ada di daerah lain.

Mungkin itu sekilas gambaran mengenai daerah Ujung Genteng. Untuk lebih detail mengenai peta lokasi, transportasi, kondisi, akomodasi, obyek menarik, kumpulan foto dan berita-berita yang berhubungan dengan Ujung Genteng bisa anda jelajahi website ini lebih dalam lagi. Dan semoga anda tidak buta & tersesat di Ujung Genteng.

Pantai Batu Karas

Pantai BatukarasObjek wisata yang satu ini merupakan perpaduan nuansa alam antara objek wisata Pangandaran dan Batu Hiu dengan suasana alam yang tenang, gelombang laut yang bersahabat dengan pantainya yang landai membuat pengunjung kerasan tinggal di kawasan ini. Terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang dengan jarak ± 34 km dari Pangandaran.

Pantainya yang landai dengan air laut tenang nan biru Rumah Makan Pantai Batukarasmenanti Anda untuk segera berenang menikmati airnya yang segar.

Anda bisa nikmati suasana tenang dengan angin sepoi-sepoi menikmati hidangan di rumah makan yang tersedia. Pandangan lepas ke ujung cakrawala memberi Anda ketenangan dan kenangan berlibur yang menyenangkan.

Pondok Wisata BatukarasKegiatan wisata yang dapat dilakukan selain berenang antara lain: berperahu di bengawan, berkemah dan berselancar.

Jika liburan Anda bersama keluarga, akomodasi telah tersedia untuk Anda, ada pondok wisata yang dilengkapi dengan arena bermain dan rumah ibadah. Pondok wisata ini dikelola langsung oleh Diparda Kabupaten Ciamis.

Fasilitas lainnya yang tersedia antara lain: Hotel, Camping Ground, Kios Cinderamata, sewaan papan selancar dan ban renang.

Rabu, 22 April 2009

Batik Indonesia


Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.

Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.


Perkembangan Batik di Indonesia

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Proses pembuatan batik
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.


Batik Pekalongan

Meskipun tidak ada catatan resmi kapan batik mulai dikenal di Pekalongan, namun menurut perkiraan batik sudah ada di Pekalongan sekitar tahun 1800. Bahkan menurut data yang tercatat di Deperindag, motif batik itu ada yang dibuat 1802, seperti motif pohon kecil berupa bahan baju.

Namun perkembangan yang signifikan diperkirakan terjadi setelah perang besar pada tahun 1825-1830 di kerajaan Mataram yang sering disebut dengan perang Diponegoro atau perang Jawa. Dengan terjadinya peperangan ini mendesak keluarga kraton serta para pengikutnya banyak yang meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah - daerah baru itu para keluarga dan pengikutnya mengembangkan batik.

Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulungagung hingga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang di Banyumas, Kebumen, Tegal, Cirebon dan Pekalongan. Dengan adanya migrasi ini, maka batik Pekalongan yang telah ada sebelumnya semakin berkembang.

Seiring berjalannya waktu, Batik Pekalongan mengalami perkembangan pesat dibandingkan dengan daerah lain. Di daerah ini batik berkembang di sekitar daerah pantai, yaitu di daerah Pekalongan kota dan daerah Buaran, Pekajangan serta Wonopringgo.

Perjumpaan masyarakat Pekalongan dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu dan Jepang pada zaman lampau telah mewarnai dinamika pada motif dan tata warna seni batik.



Perkembangan budaya teknik cetak motif tutup celup dengan menggunakan malam (lilin) di atas kain yang kemudian disebut batik, memang tak bisa dilepaskan dari pengaruh negara-negara itu. Ini memperlihatkan konteks kelenturan batik dari masa ke masa.

Batik Pekalongan menjadi sangat khas karena bertopang sepenuhnya pada ratusan pengusaha kecil, bukan pada segelintir pengusaha bermodal besar. Sejak berpuluh tahun lampau hingga sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah. Akibatnya, batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat Pekalongan yang kini terbagi dalam dua wilayah administratif, yakni Kotamadya Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan Pekalongan layak menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis. Kini batik sudah menjadi nafas kehidupan sehari-hari warga Pekalongan dan merupakan salah satu produk unggulan. Hal itu disebabkan banyaknya industri yang menghasilkan produk batik. Karena terkenal dengan produk batiknya, Pekalongan dikenal sebagai KOTA BATIK. Julukan itu datang dari suatu tradisi yang cukup lama berakar di Pekalongan. Selama periode yang panjang itulah, aneka sifat, ragam kegunaan, jenis rancangan, serta mutu batik ditentukan oleh iklim dan keberadaan serat-serat setempat, faktor sejarah, perdagangan dan kesiapan masyarakatnya dalam menerima paham serta pemikiran baru.

Batik yang merupakan karya seni budaya yang dikagumi dunia, diantara ragam tradisional yang dihasilkan dengan teknologi celup rintang, tidak satu pun yang mampu hadir seindah dan sehalus batik Pekalongan.

Pulau Umang


Sambil menyusuri dermaga menuju pulau, kita akan melihat pasirnya yang putih dan birunya laut. Pemandangan pantai yang indah, sehingga tempat ini juga bisa dipakai dalam foto prewedding. Ketika sampai di lobby, Anda akan langsung disambut dengan minuman selamat datang yang berupa juice dan handuk basah yang segar. Sangat menyegarkan setelah harus melakukan perjalanan yang memakan waktu sekitar 5 jam dari Jakarta. Pengelola juga menyediakan transportasi dari Jakarta bila kita enggan menggunakan kendaraan sendiri.

Di pulau ini terdapat resort atau villa. Suite tempat bermalam sangat nyaman. Setiap villa terbagi 2 sama besar dengan pintu sebagai penghubung. Ruang tamu yang dilengkapi sofa membuat kita dapat lebih menikmati saat berkumpul di ruangan ini. Kamar mandi bergaya pedesaan, dengan hiasan dari tanah liat yang berkesan alami. Pada lantai atas, terdapat tempat tidur yang sangat romantis dengan bagian atas dari kaca, sehingga kita dapat memandang bintang pada malam hari.

Pulau ini memang tidak besar, hanya seluas 5 hektar, tapi fasilitas yang tersedia cukup lengkap Bagi yang senang bermain air dan olahraga, Anda dapat bermain jet ski, banana boat, atau snorkeling. Ada juga kolam renang yang berbatasan dengan pantai, jadi sambil berenang kita juga bisa menikmati indahnya pantai. Selesai berenang, tersedia jacuzzi untuk memijat tubuh yang pegal. Bila Anda senang untuk bermalas-malasan, ada juga paket spa, dimana kita dapat menikmati pijatan dengan aromaterapi dengan mendengar deburan ombak.

Perairan di pulau ini masih banyak terdapat ikan. Di dekat dermaga, kita dapat melihat kumpulan ikan yang berkelompok. Ini dapat menjadi tempat untuk Anda yang mempunyai hobby memancing. Untuk anak-anak, ada juga berbagai permainan untuk anak seperti ayunan, trombolin, dll.

Pulau Umang Resort

Kita juga dapat bersantai di gazebo yang terdapat di depan masing-masing suites tempat kita menginap dan berada tepat di pantai. Tempat yang ideal untuk menikmati sunrise atau sunset. Saat makan malam suasana romantis bisa Anda dapatkan bila ingin makan di tepi pantai sambil mendengar suara ombak. Atau bisa juga di dalam cafe sambil mendengarkan alunan lagu yang dilantunkan penyanyi.

Dekat dengan pulau Umang, terdapat pulau Oar. Pulau ini belum terlalu dikelola dan masih sangat alami. Berbagai jenis kerang-kerangan masih banyak di tempat ini. Untuk menuju ke tempat ini, kita bisa menggunakan kapal nelayan yang disediakan dari Pulau Umang.

Sebagai oleh-oleh atau kenang-kenangan, terdapat juga toko yang menjual berbagai souvenir berupa kaos atau topi yang berlogo Pulau Umang. Ada juga pajangan dari kerang dan gantungan kunci. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal, jadi tidak akan menguras kantong kita.

Pulau Umang memang tempat yang cocok untuk honeymoon, liburan bersama keluarga atau outing. Hanya saja, perjalanan menuju pulau ini yang dirasa masih kurang nyaman. Selain jaraknya yang jauh, jalan yang harus dilewati berkelok-kelok dan naik turun. Jalanan juga masih sepi dan hanya untuk 2 kendaraan. Jadi Anda harus berhati-hati dalam perjalanan.

Karimunjawa, Desa Ekowisata Pantai

Selain Kepulauan Seribu, Kepulauan Karimunjawa adalah salah satu gugus kepulauan yang terletak di laut Jawa. Karimunjawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jepara yang merupakan satu-satunya kecamatan di Jawa Tengah yang dipisahkan oleh laut. Dari daratan Jawa, pulau terdekat berjarak 45 mil arah barat laut dari kota Jepara. Karimunjawa merupakan gugusan pulau-pulau kecil dengan total luas daratan dan lautan 111.625 Ha yang berpenduduk lebih dari 8.800 jiwa. Terdapat 22 pulau di gugusan Karimunjawa.

Dari semua pulau di sini, sebagian besar penduduk tinggal di 5 pulau utama yaitu Pulau Karimunjawa, Pulau Kemujan, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, dan Pulau Genting. Kepulauan Karimun dipengaruhi oleh angin laut yang bertiup sepanjang tahun dengan suhu rata-rata 26-30 derajat Celcius. Menurut legenda yang beredar di masyarakat setempat, Karimunjawa berasal dari Kremun, sebuah kata dalam bahasa Jawa yang berarti samar-samar. Karimunjawa yang memang terlihat samar-samar dari daratan Jawa ini sejak 1986 ini telah ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut.

Cagar Alam Karimunjawa diubah statusnya menjadi Taman Nasional Karimunjawa pada 1999. Sebagian besar Taman Nasional ini kemudian ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan melalui Keputusan Menhut No.74/Kpts-II/2001. Taman Nasional Karimunjawa sering dipakai sebagai sarana penelitian tentang hal-hal yang berhubungan dengan kelautan, misalnya pengelolaan kawasan dan kegiatan rekreasi pantai, ekologi vegetasi hutan hujan tropik daerah pantai, vegetasi mangrove, ekologi terumbu karang serta keanekaragaman biota lautnya.

Terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa terdiri dari beberapa jenis yaitu terumbu karang tepi pantai (fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier reef) dan beberapa taka (patch reef). Kekayaan biota lautnya terdiri lebih dari 90 jenis karang keras dan 242 spesies ikan. Dua jenis biota karang utama yang dilindungi yaitu akar bahar (Antiphates spp.) dan karang merah (Tubipora musica). Biota laut dilindungi yang lain adalah kepala kambing (Cassis cornuta), triton terompet (Charonia tritonis), nautilus berongga (Nautilus pompillius), batu laga (Turbo marmoratus), dan 6 jenis kima.

Selain terumbu karang dan hutan mangrove, wilayah pantai Kepulauan Karimun dipercantik pula dengan hamparan padang lamun yang luas. Di daratan, kawasan hutan juga menyimpan kekayaan berupa burung dan mamalia yang dilindungi. Terdapat populasi rusa dan monyet ekor panjang yang mendiami kepulauan ini. Sementara itu, burung elang laut dada putih yang merupakan spesies elang langka mendiami pulau Burung dan pulau Geleang sebagai habitat aslinya. Kedua pulau tersebut juga didiami 2 spesies penyu yang dilindungi, penyu sisik dan penyu hijau.

Untuk mendukung usaha pemerintah dalam melestarikan ekosistem kepulauan serta meningkatkan standar perekonomian penduduk setempat, Kecamatan Karimunjawa telah dikembangkan sebagai Desa Wisata dengan konsep ekowisata. Dengan mengandalkan kekayaan alam, Karimunjawa mengajak semua lapisan penduduk untuk melestarikan berbagai potensi yang ada. Selain itu, penduduk juga bisa meningkatkan penghasilan dengan membuka home stay, menjual cinderamata, membuka warung, atau menyediakan berbagai fasilitas bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

Berbagai kegiatan rekreasional bisa dilakukan selama berlibur di Kepulauan Karimunjawa. Pesona alam bawah lautnya menyediakan tempat untuk petualangan menyelam dan snorkelling. Karena berada di laut jawa yang relatif tenang, banyak titik yang bisa dipakai sebagai tempat penyelaman dan snorkeling, antara lain pantai-pantai di pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Geleang, Bengkoang, Parang, Kembar, Katang, Krakal Kecil, dan pulau Kumbang.

Selain itu, kegiatan petualangan laut yang lain adalah menjelajah laut dan melihat akuarium laut. Bagi yang takut menyelam, Karimunjawa menyediakan perahu yang bagian bawahnya terbuat dari kaca tembus pandang (glass bottom boat) yang disewakan pada pengunjung. Adanya bagian tembus pandang memungkinkan penumpang menikmati pemandangan dasar pantai tanpa harus menyelam. Pulau Menjangan Besar menyediakan fasilitas akuarium air laut. Pengunjung dapat menikmati keindahan berbagai spesies ikan hias di akuarium yang dibuat mirip dengan dasar laut yang sesungguhnya.

Naik ke darat, pengunjung bisa melakukan hiking menyusuri Gunung Gendero (600m), puncak tertinggi di Pulau Karimun dan di seluruh Kepulauan Karimunjawa. Untuk petualangan melihat satwa liar, pengunjung memerlukan ijin khusus dari pihak-pihak terkait untuk masuk ke Pulau Burung dan Pulau Geleang yang merupakan habitat asli elang laut.

Sebagai Desa wisata, Karimunjawa telah dilengkapi oleh berbagai sarana penunjang yang memadai. Pengunjung bisa mendatangi langsung Pusat Kerajinan Al Badri di desa Legon Cikmas dan Labiki di jalan Kapuran, pulau Karimunjawa untuk mendapatkan kerajinan kayu yang menjadi suvenir andalan Karimunjawa. Selain hasil kerajinan kayu, suvenir lain yang ditawarkan umumnya berupa hasil industri rumah tangga seperti kaus, topi, ikan teri, ikan asin, jenang, makanan olahan dari rumput laut, dan minyak kelapa.

Kepulauan Karimunjawa telah memiliki sarana akomodasi yang sangat memadai. Sarana akomodasi yang umumnya berupa pondok tinggal (home stay) milik perorangan, wisma, pondok apung, sampai hotel tersebar di pulau Karimunjawa, pulau Menjangan Besar, pulau Tengah, dan pulau Menyawakan. Ada sekitar 40 penginapan dan home stay yang tersebar di pulau-pulau tersebut dan tiap-tiap penginapan tersebut telah dilengkapi dengan telepon. Tarifnya penginapan-penginapan tersebut berkisar antara Rp 40.000,00 sampai Rp 300.000,00 per malam.

Kepulauan Karimunjawa dapat dicapai dari Semarang lewat pelabuhan Tanjung Mas, dan dari Jepara lewat pelabuhan Kartini. Dari Tanjung Mas Semarang, Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini I, berangkat setiap Sabtu, pukul 9.00 dan Senin, pukul 7.00. Kapal yang sama juga melayani rute pelabuhan Kartini Jepara-Karimunjawa setiap Senin, pukul 10.00. Kapal Motor Muria yang melayani rute Jepara-Karimun berangkat setiap Sabtu dan Rabu, pukul 9.00.

Dari Kepulauan Karimun, Kartini I berangkat tiap Minggu, pukul 14.00 dan Selasa, pukul 9.00. KMP Muria berangkat tiap Senin dan Kamis pukul 09.00. Untuk angkutan antar pulau, tersedia sarana berupa kapal motor yang harganya tergantung jarak tempuh atau lama pemakaian. Karimun juga bisa diakses melalui jalur udara dengan pesawat jenis CASSA 212 yang berangkat dari Bandara Ahmad Yani, Semarang menuju lapangan udara Dewadaru di Pulau Karimunjawa.

TAMAN NASIONAL LAUT BUNAKEN

Seperti sudah dipaparkan sebelumnya, nama Manado mulai tercantum dalam peta dunia pada tahun 1541 oleh kartografer Spanyol, Nicolas Desliens. Mulanya bukan dalam bentuk kota, tetapi nama sebuah pulau yang kita kenal sekarang, Manado Tua. Kemudian pada 1590, Loco, seorang pelaut Spanyol menempatkan Manado sebagai nama laut. Terdapat banyak penafsiran oleh berbagai peneliti mengenai asal muasal nama ini. Dari penelitian G. Molsbergen diperoleh keterangan bahwa nama pulau Manado Tua mulanya disebut Manarow, asal dari bahasa Tontembuan, yang berarti, “sesuatu yang terletak di seberang,” yaitu pulau batu atau pulau gunung yang berhadapan langsung dengan tempat bernama Wenang. Nama wenang sendiri adalah nama jenis pohon yang dalam bahasa latin disebut: Macaranga Hispida.

TAMAN NASIONAL LAUT BUNAKEN MANADO TUA

  • Ditunjuk sebagai taman nasional oleh Menteri Kehutanan tahun 1991 dengan luas + 89.065 ha. Secara administratif pemerintahan berada pada Kabupaten Dati II Minahasa dan Kotamadya Manado, Propinsi Dati I Sulawesi Utara.

  • Cara mencapai lokasi :

Sangat mudah dicapai dari Manado menggunakan perahu motor dalam waktu 25 menit. Untuk penyelaman di daerah arakan dan Wowontulap dapat digunakan jalan

darat selama + 40 menit.

  • Potensi kawasan :

Di dalam kawasan terdapat sebuah gunung yang sudah tidak aktif lagi yaitu G. Manado Tua (+ 400 m dpl). Topografi dasar perairan secara umum memiliki konfigurasi relief/contur dasar yang beragam. Walaupun topografi dasarnya beragam, tetapi tidak terdapat daerah yang berbahaya.

Taman Nasiona

l Laut Bunaken Manado Tua termasuk beriklim tropis dengan curah hujan berkisar antara 2.000 - 3.000 mm per tahun, suhu udara antara 260 - 310 C. Musim kunjungan terbaik adalah pada bulan Mei s/d Agustus.

Taman Nasional Laut Bunaken Manado Tua sebagai taman laut terindah di dunia memiliki keanekaragaman jenis organisme akuatik yang langka seperti ikan duyung, dugong-dugong, lumba-lumba dan berbagai jenis ikan hias seprti Hippocampus sp., kima raksasa, penyu sisik, penyu hijau. Di wilayah dataran terdapat monyet hitam (Macaca nigra).

Ekosistem Tam

an Nasional Laut Bunaken terdiri dari berbagai habitat seperti padang lamun, rumput laut, terumbu karang dan hutan bakau.

Terumbu karang yang didominasi oleh jenis Pocilopora sp, Seriaattopora sp, Pachyseris sp, Porites sp, Fungia sp, Herpolitha sp, Holomitra sp, Galaxea sp, Pectinia sp, Lobophyllia sp, Echinopora sp dan Tubastrea sp.

  • Kegiatan yang ditawarkan :
    • Rekreasi dan wisata bahari antara lain diving, snorkeling, berjemur, berenang di laut dan lain-lain.
    • Penelitian.
  • Fasilitas yang tersedia :
    Kantor, pos ja ga, pesanggrahan, menara pandang/pengamat, speed boat, peralatan menyelam dan lain-lain.
  • Informasi lainnya :
    Belum ada pengusahaan pariwisata alam.

taman-laut-bunaken3Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektar, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Taman Laut Bunaken
Lokasi Penyelaman Terpopuler Dunia


Sebagai primadona pariwisata
kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara, Taman Nasional Bunaken disebut-sebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Taman Laut Bunaken terkenal karena formasi terumbu karangnya yang luas dan indah. Sebagai kawasan konservasi alam atau taman nasional di Indonesia, Taman Laut Bunaken sering dijadikan lokasi penyelaman oleh turis-turis domestik dan mancanegara.

Dari catatan Pemko Manado, Pulau Bunaken adalah satu dari 5 pulau yang terletak beberapa kilometer dari pesisir pantai Kota Manado. Taman Laut Bunaken seluas 75,26 hektar yang sangat terkenal itu terletak sangat dekat dengan Manado, meliputi pula Pulau Manado Tua, P Siladen, P Mantehage, dan P Nain. Lokasinya yang cukup strategis - sekitar 8 km dari daratan Kota Manado - dan dapat ditempuh dalam waktu setengah hingga dua jam, menjadikan Taman Nasional ini mudah dikunjungi wisatawan.

Apalagi, Taman Laut Bunaken termasuk di antara 10 tempat penyelaman terpopuler di dunia. Tempat ini banyak dikunjungi turis, khususnya para penyelam karena menawarkan penyelaman spektakular hingga kedalaman 100 meter lengkap pesona terumbu karang indah di dalamnya dengan air laut hangat yang menyegarkan.

Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spots) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Ke-12 titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.

Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.

Cara pencapaian lokasi dapat dicapai melalui Pelabuhan Manado dengan menggunakan perahu motor menuju Pulau Siladen. Sedangkan dari Blue Banter Marina, lokasi dapat dicapai dengan menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di Pulau Bunaken dalam jarak tempuh sekitar 10-15 menit. Sementara dari Pelabuhan NDC (Nusantara Diving Center) di Kecamatan Molas, lokasi penyelaman di Pulau Bunaken dapat ditempuh dengan menggunakan speed boat dalam waktu sekitar 20 menit. Musim kunjungan terbaik adalah bulan Mei-Agustus setiap tahunnya.

Taman Laut Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan atau pesisir. Di bagian utara terdiri dari Pulau Bunaken, P Manado Tua, P Montehage, P Siladen, P Nain, P Nain Kecil, dan sebagian wilayah pesisir Tanjung Pisok. Sedangkan di bagian selatan meliputi sebagian pesisir Tanjung Kelapa.

Potensi daratan pulau-pulau di taman nasional ini kaya dengan jenis palem, sagu, woka, silar dan kelapa. Jenis satwa yang ada di daratan dan pesisir, antara lain kera hitam Sulawesi (macaca nigra nigra), rusa (cervus timorensis russa), dan kuskus (ailurops ursinus ursinus).

Jenis tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di hutan bakau Taman Nasional Bunaken adalah rhizophora sp, sonneratia sp, lumnitzera sp, dan bruguiera sp. Hutan ini juga kaya dengan berbagai jenis kepiting, udang, moluska dan berbagai jenis burung laut seperti camar, bangau, dara laut, dan cangak laut.

Jenis ganggang yang terdapat di taman nasional ini meliputi jenis caulerpa sp, halimeda sp, dan padina sp. Padang lamun yang mendominasi terutama di Pulau Montehage, dan Pulau Nain adalah thalassia hemprichii, enhallus acoroides, dan thalassodendron ciliatum.

Tercatat sedikitnya 13 jenis karang hidup di perairan Taman Nasional Bunaken, dengan dominasi jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal yang menghampar hingga sejauh 25-50 meter.

Sekitar 91 jenis ikan terdapat di perairan Taman Nasional Bunaken. Di antaranya yang sangat terkenal adalah ikan kuda gusumi (hippocampus kuda), oci putih (seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (lutjanus kasmira), goropa (ephinephelus spilotoceps) dan pseudanthias hypselosoma, ila gasi (scolopsis bilineatus).

Wisata Manado

Selain Taman Nasional Bunaken, Kota Manado juga memiliki obyek wisata lain yang tidak kalah menarik. Di antaranya adalah Kelenteng Ban Hin Kiong di kawasan Pusat Kota yang dibangun pada awal abad ke-19 dan telah direnovasi pada tahun 1970. Klenteng ini terletak di Jalan Panjaitan, Manado.

Klenteng Ban Hin Kiong terdiri dari bangunan yang dihiasi ukiran-ukiran naga dan tongkat kayu berapi. Saat yang paling baik untuk mengunjungi klenteng ini adalah saat Tahun Baru Imlek, manakala berbagai tarian tradisional Tionghoa dipertontonkan kepada khalayak pengunjung. Juga, saat parade tradisional Tionghoa, Tai Pei Kong, adat-istiadat masyarakat Tionghoa yang dikembangkan sejak abad ke-14.

Peristiwa tersebut biasa disebut “Festival Taoist”, festival tahunan kesenian Tionghoa terbesar di Asia Tenggara. Tak pelak, peristiwa ini mampu menarik minat pelancong dari Cina, Jepang, Singapura, Malaysia dan negara-negara lainnya. Lokasi wisata lainnya yang tak boleh dilupakan adalah Museum Negeri Sulawesi Utara, dan Monumen (Tugu Peringatan) Perang Dunia Kedua. Salah satu keunggulan pariwisata Kota Manado terletak pada lokasi obyek-obyek wisatanya yang cukup strategis. Beberapa obyek wisata, khususnya yang terletak di Minahasa dapat dijangkau dalam waktu 1-3 jam dari Kota Manado. Objek-objek wisata ini, antara lain, Vulcano Area di Tomohon, Desa Agriwisata Rurukan-Tomohon, Panorama pegunungan dan Danau Tondano, Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan.

Potensi wisata yang cukup besar di Kota Menado menjadikan industri pariwisata di kota ini kian tumbuh dan berkembang. paling tidak, hal ini ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung pariwisata, seperti hotel-hotel atau penginapan, biro perjalanan, dan restoran-restoran dan rumah-rumah makan dari berbagai kelas, dan sebagainya.

Di tengah krisis ekonomi dan situasi nasional yang kurang kondusif, industri pariwisata di Kota Manado tetap bergairah. Pengaruh krisis memang tak terelakkan namun kecenderungannya hanya bersifat sementara. Sebagai gambaran, pada 1998 kunjungan wisatawan mancanegara di Sulawesi Utara tercatat 34.509 orang, kemudian turun drastis menjadi 11.538 orang tahun 2000. Namun pada 2001 mulai menggeliat hingga meningkat menjadi 12.301 orang. Sedangkan wisatawan Nusantara pada 1998 berjumlah 432.993 orang, kemudian turun menjadi 279.014 orang (tahun 2000) dan agak meningkat menjadi 291.037 orang (tahun 2001). (Laurentius)

  • Biaya Masuk Bunaken

Kenakan Tag Masuk Bunaken Anda dengan Bangga!

Bunaken Entrance Fee Tag 2006 Semua pengunjung Taman Nasional Bunaken (penyelam maupun bukan penyelam) diwajibkan membayar tarif masuk, sesuai Perda Pemda Sulawesi Utara No. 9/2002. Tarif masuk untuk orang asing adalah Rp 50.000 untuk tiket harian (sekitar US$ 6), atau Rp 150.000 (sekitar US$ 17) dengan mendapatkan tag (lencana) masuk terbuat dari plastik tahan air yang berlaku untuk satu tahun kalender.

Tag masuk dan tiket harian dapat diperoleh langsung dari semua anggota NSWA, atau dari loket tiket di Pulau Bunaken dan Pulau Siladen. Tanda masuk tersebut harus dibawa setiap saat para pengunjung berada di dalam kawasan TNB, dan tag masuk dapat dengan mudah dikaitkan pada peralatan selam atau snorkeling ataupun pada tas ransel. Penerapan sistem tarif masuk ini dilaksanakan melalui pemeriksaan langsung oleh para ranger (polisi kehutanan/jagawana) di darat maupun di laut.

Sistem tarif masuk ini diadaptasi dari sistem Taman Laut Bonaire yang terkenal, dan hasil dari penjualan tarif masuk tersebut dikelola oleh Dewan Pengelolaan Taman Nasional Bunaken (DPTNB), suatu badan gabungan para pemangku kepentingan di mana NSWA juga duduk di dalamnya. Sistem ini telah sangat berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$ 250.000 untuk program-program konservasi di Taman Nasional Bunaken sejak mulai diterapkannya pada tahun 2001.

Kami sangat menghargai dukungan dan kerja sama Anda dalam system pembayaran masuk ini. Konservasi habitat Bunaken yang luar biasa memerlukan pendanaan, dan biaya masuk Anda adalah suatu kontribusi berharga dalam penyelamatan karang-karang Bunaken. Untuk informasi lebih lanjut tentang Bunaken dan Sulawesi Utara secara umum (pariwisata lingkungan darat dan lautan),

Pesona Danau Terbesar di Indonesia--Danau Toba











Apabila Anda berkunjung ke Danau Toba, Anda mungkin heran karena mendapati danau ini lebih mirip lautan dibandingkan danau. Suasana yang adem dan menyegarkan, pemandangan yang indah dan memesona, dengan pegunungan yang mengelilingi daerah ini mungkin akan membuat Anda betah. Pulau Samosir terletak dengan megahnya di tengah-tengah pulau. Di tengah-tengah Samosir, masih ada danau lagi, yang menambah keunikan tempat wisata ini.

Danau Toba berukuran sekitar 1700 meter persegi dengan kedalaman kurang lebih 450 meter. Terletak 906 meter di atas permukaan laut, tempat ini merupakan surga bagi banyak tumbuhan menarik. Beberapa orang yang menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam di wilayah ini berkata bahwa Danau Toba membuat mereka melupakan semua masalah mereka--walaupun untuk sementara.

Cara Mencapai Daerah Ini

Dengan menggunakan mobil sewaan dari kota Medan, Anda dapat mencapai Parapat dalam waktu kurang lebih 4 jam. Parapat terletak sekitar 185 kilometer jauhnya dari ibu kota Sumatra Utara. Anda juga dapat menggunakan bus atau mengikuti tur untuk mengunjungi danau ini.


Tempat Menginap

Berbagai penginapan dan hotel tersedia di Parapat. Beberapa hotel malah menyediakan fasilitas seperti kolam renang dan jacuzzi untuk memanjakan tamu-tamunya.


Berkeliling

Anda dapat berperahu untuk mencapai Pulau Samosir.


Tempat Bersantap

Banyak restoran yang didirikan di daerah ini. Anda juga dapat mencicipi makanan setempat di hotel atau penginapan.



Buah Tangan

Suvenir seperti T Shirt, topi, gantungan kunci, dan sebagainya dapat Anda beli di Medan, Parapat, ataupun di Pulau Samosir. Di Tuk Tuk Anda dapat membeli kerajinan khas suku Batak yang unik--misalnya ulos, ukiran khas, kalender Batak, alat musik tradisional, dan lain sebagainya.


Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan

Anda dapat berenang di danau, atau menaiki perahu mengelilingi danau. Anda juga dapat mengunjungi Pulau Samosir untuk melihat rumah adat raja-raja Batak zaman dahulu juga para kuburan raja di wilayah Tomok. Lapangan golf juga tersedia bagi yang menggemari olahraga yang satu ini.

Tips

- Bawalah jaket dan topi. Tempat ini mungkin cukup dingin bagi beberapa orang.

- Bawalah baju renang dan perlengkapan olahraga Anda.

Borobudur, Candi Budha Terbesar di Abad ke-9


Siapa tak kenal Candi Borobudur? Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Jutaan orang mendamba untuk mengunjungi bangunan yang termasuk dalam World Wonder Heritages ini. Tak mengherankan, sebab secara arsitektural maupun fungsinya sebagai tempat ibadah, Borobudur memang memikat hati.

Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.

Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. YogYES mengajak anda untuk mengelilingi setiap lorong-lorong sempit di Borobudur agar dapat mengerti filosofi agama Budha. Atisha, seorang budhis asal India pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini.

Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "The Lamp for the Path to Enlightenment" atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.

Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi?

Salam Klik.Indonesia

Selamat Datang Di Klik.Indonesia!!


Yang kita tahu,Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman pariwisata dan budaya. Maka dari itu, Kami ingin mengulas lebih jauh mengenai tempat - tempat wisata, budaya serta kuliner yang ada di Indonesia..


Selamat Menjelajah di Klik.Indonesia..!!